Site icon Conservation news

Pemerintah A.S. Bom Guam dengan Tikus Beku untuk Bunuh Ular

Dengan usaha yang sangat kreatif untuk menyingkirkan spesies agresif, Departemen Pertanian AS merencanakan untuk menjatuhkan ‘bom’ di hutan hujan pulau Guam dengan tikus beku mati yang dilapisi acetaminophen. Bom-tikus ini ditargetkan pada ular pohon cokelat, spesies penyerang yang telah membinasakan kehidupan alam setempat, dan membuat marah penduduk setempat, sejak muncul di tahun 1940-an.



Idenya adalah untuk meracuni ular dengan membuat mereka menelan tikus-tikus yang mengandung acetaminophen. Dalam dosis yang cukup, Acetaminophen, bahan utama dalam Tylenol, dapat menyebabkan gagal hati di ular (dan manusia, untuk kasus ini).



Meski ini tidak tampak sulit untuk membersihkan pulau dari ular, kebiasaan ular untuk berkeliaran jauh di atas, di kanopi hutan hujan, sejauh ini merupakan halangan untuk menghilangkan hama tersebut dari pulau. Kesulitan untuk mencapai habitat ular telah membawa mereka pada ide untuk menggunakan bom tikus sebagai solusi yang mungkin.



Para konservasionis telah menemukan metode baru untuk menyingkirkan ular pohon cokelat yang suka menyerang dari Guam. Dalam dosis yang cukup, acetaminophen, bahan dominan dalam Tylenol, menyebabkan kerusakan yang tak dapat diperbaiki pada hati ular, membunuh ular tersebut. Foto oleh USGS.

Awalnya, tikus diuji dengan beragam ‘sistem pengiriman’ hingga peneliti di NationalWildlife Researcher Center di Fort Collins, Colorado, memilih pita kertas yang melekat pada kardus di mana tikus ditempelkan dengan lem. Alat aneh ini dimaksudkan untuk terjatuh di pucuk-pucuk pohon: secara sempurna meracun dirinya sindiri untuk ular pohon cokelat yang kelaparan. Peneliti ingin membuat tikus tertentu tidak jatuh ke tanah di mana mereka bisa mengancam kehidupan alam setempat seperti kepiting dan kadal. [PDF].



Saat ini, program bom tikus ini sedang dalam pengerjaan bersama Dan Vice, asisten direktur dari Layanan Margasatwa Departemen Pertanian di Pasifik, memberitahu Radio Australia bahwa sebanyak 250 tikus beracun telah dijatuhkan sebagai percobaan. Peneliti kini sedang bekerja untuk melihat apakah bom tikus tersebut bekerja.



Hasil dari pemberantasan ular yang efektif akan membawa kelegaan bagi spesies burung-burung asli pulau tersebut yang terkepung – enam di antaranya telah punah sejak munculnya ular pohon coklat. Ini juga akan mengurangi tagihan bagi pembayar pajak: ular pohon cokelat berbiaya USD 1-4 juta dalam bentuk kerusakan langsung dan hilangnya produktivitas per tahun kebanyakan karena pemadaman listrik akibat ular, yang terjadi dengan kasaran tingkat satu kali setiap tiga hari.