Site icon Conservation news

Kontribusi Norwegia sebesar milyaran dolar untuk hutan Indonesia tidak termasuk skema penghutanan kembali nasional

Kontribusi Norwegia sebesar milyaran dolar untuk pelestarian hutan dan lahan gambut di Indonesia tidak akan mendanai penghutanan kembali di wilayah-wilayah yang gundul, menteri pemerintahan memberitahu The Jakarta Post.



Agus Purnomo, kepala kesekretariatan Dewan Perubahan Iklim Nasional Indonesia, mengatakan bahwa Norwegia hanya setuju mendukung program pengurangan emisi dari penggundulan hutan dan degradasi hutan (REDD), yang mempromosikan pelestarian dan pengelolaan hutan yang berkesinambungan, daripada program REDD+, yang mencakup penghutanan kembali.



“Kesepakatan ini untuk program REDD Plus, tapi tidak ada uang untuk peningkatan ‘serapan’ karbon melalui penanaman pohon,” ujar Agus The Jakarta Post Sabtu yang lalu.



Di bulan Januari, Indonesia mengatakan bahwa mereka akan menanami lahan seluas 21 juta hektar dengan pohon untuk mencapai target pengurangan emisinya pada tahun 2020. Pada Saat itu, pengamat lingkungan hidup mengungkapkan keprihatinan bahwa skema ini akan berfokus pada pendirian perkebunan kelapa sawit dan pengolahan kayu komersial.



Wandojo Siswanto, kepala kelompok pekerjaan di Unit Iklim di Kementrian Kehutanan, mengungkapkan pada The Jakarta Post bahwa Indonesia akan mecoba untuk menegosiasikan ulang kesepakatan tersebut dengan Norwegia.



“Indonesia membutuhkan uang untuk penanaman pohon,” ujarnya, menegaskan bahwa penggundulan hutan akan mencapai 1,17 juta hektar (1,9 juta acre) di tahun 2010.



Para negosiator dari Indonesia dan Norwegia berencana bertemu minggu depan.



KUTIPAN: Adianto P. Simamora. Norwegia tidak akan mendanai program penanaman pohon RI: Govt. THE JAKARTA POST, JAKARTA Senin, 05/31/2010