Site icon Conservation news

Foto: Bunglon ‘Tarzan’ Ditemukan di Madagaskar

Temukan nama spesies untuk mempromosikan konservasi daripada mereka sendiri.



Ilmuwan telah menemukan spesies baru dari bunglon di suatu blok kecil hutan hujan di Madagaskar.



Kadal yang berubah warna ini, yang dituliskan dalam edisi terbaru dariSalamandra Journal, diberi nama Calumma tarzan sesuai kota Tarzanville didekatnya, di tengah dataran tinggi bagian timur Madagaskar. Bunglon ini biasanya bewarna kuning atau hijau dan memunculkan pola garis atraktif bila merasa tertekan.



Bunglon Tarzan ini ditemukan oleh sekelompok peneliti Jerman dan Malagasy, yang mengatakan mereka memilih “nama selebriti” yang akan “mempromosikan perlindungan untuk petak terakhir hutan ini” daripada menamakan spesies itu sesuai dengan nama mereka, seperti biasanya. Mereka merekomendasikannya untuk didaftarkan sebagai sangat terancam punah di bawah kriteria Daftar Merah IUCN untuk spesies yang terancam punah karena mereka hanya terdapat di area sekitar 4 mil persegi dan terancam atas penggundulan hutan.



Tarzan Calumma betina dengan pewarnaan biasa (atas) dan tertekan (dua bentuk di bawah).



Tarzan Calumma jantan dengan pewarnaan biasa (atas) dan tertekan (bawah). Foto milik penulis.

Para penulis – temasuk Miguel Vences dan Frank Glaw, penerbit dari pedoman pasti herp di Madagaskar – mencatat bahwa spesies utama untuk dilestarikan di Madagaskar umumnya diwakili oleh lemur, tapi selain itu reptil dan amfibi “mencolok dan berwarna dari pulau tersebut bisa juga sebagai simbol untuk usaha perlindungan ekosistem.



“[Bunglon] merupakan komponen yang terkenal dan enigmatik dari herpetofauna Malagasy untuk ekoturisme, memasukkan mereka sebagai spesies utama ideal untuk aktivitas pelestarian,” tulis penulisnya.



Madagaskar merupakan rumah bagi 40 persen spesies bunglon yang dikenal dunia, termasuk jenis yang terbesar dan terkecil. Sembilan dari spesies baru Calumma, genus di mana bunglon Tarzan diklasifikasikan, telah dideskripsikan dalam 15 tahun ini, menurut penulis.



Lebih dari separuh abad yang lalu, hutan Madagaskar telah berkurang banyak akibat penanaman padi, pengumpulan kayu bakar, produksi arang, penebangan, dan kebakaran yang dibuat untuk tempat menggembala ternak bagi penghidupan penduduk. Ketidakstabilan politik baru-baru ini telah menyebabkan tersebarnya penebangan liar di taman hutan hujan negara untuk kayu-kayunya yang bernilai tinggi, menempatkan spesies endemik dan langka pada resiko.



Philip-Sebastian Gehring, Maciej Pabijan, Fanomezana M. Ratsoavina, Jörn Köhler, Miguel Vences & Frank Glaw. Tarzan berteriak untuk konservasi: bunglon baru Tarzan Caluma sp. n., diusulkan sebagai spesies utama dalam pembatan cagar alam di Madagaskar. SALAMANDRA 46(3) 167–179 20 Agustus 2010.