Site icon Conservation news

AS menjanjikan 136.000.000 dolar untuk lingkungan hidup di Indonesia

AS telah menjanjikan $ 136.000.000 untuk lingkungan hidup dan prakarsa perubahan iklim di Indonesia selama tiga tahun ke depan lapor Reuters. Pada awal tahun, Norwegia menjanjikan jumlah sebesar tujuh kali lebih besar dari AS (satu miliar dolar AS) untuk memerangi deforestasi di negara Asia Tenggara.


Dalam siaran pers Pemerintah Obama mengatakan bahwa dana ini merupakan respon langsung terhadap janji Indonesia untuk memotong emisi gas rumah kaca sebesar 41 persen pada tahun 2020 bila negara ini menerima dana internasional.



Lebih dari 87 persen dari dana ini akan diberikan ke kemitraan SOLUSI, yang mewakili Sains, Kelautan, Penggunaan Lahan, Masyarakat, dan Inovasi, sementara $ 7.000.000 akan menyamai janji Norwegia untuk mendirikan Perubahan Iklim Center di Indonesia, yang terlebih dahulu akan fokus pada emisi dari kerusakan lahan gambut.



Indonesia memiliki emisi gas rumah kaca terbesar ketiga di dunia setelah Cina dan Amerika Serikat. Namun tidak seperti juggernaut ekonomi, emisi di Indonesia sebagian besar dihasilkan dari kerusakan hutan tropis dan lahan gambut.



Berry Nahdian Forqan, direktur LSM lokal Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi), mengatakan kepada Jakarta Post bahwa uang tersebut tidak seharusnya dianggap sebagai bantuan, tetapi bagian dari utang iklim ‘AS’ terhadap Indonesia. Menurut Forqan, ini adalah “tanggung jawab AS agar langsung membayar utang ekologinya yang sudah menumpuk sebagai pencemar terbesar di dunia dan [negara maju] yang telah mengambil sumber daya dari negara-negara berkembang.”



Amerika Serikat juga menjanjikan $ 165.000.000 untuk pendidikan lebih tinggi di Indonesia.









Related articles